website page counter Selly Gunawan, Author at Memekbebek | Cerita sex | Cerita Dewasa - Page 16 of 26
HomeArticles Posted by Selly Gunawan (Page 16)

Author: Selly Gunawan

 Ikhsan, Sedikit gambaran tentang dirinya, tak terlalu tinggi, hampir sepantaranku, berkacamata dan pipinya sedikit tembem dgn kulit sawo matang. Muka sih tak termasuk ganteng, malah cenderung culun apalagi dgn kacamata bingkai tebalnya itu. Sifatnya juga tertutup dan kuper, tak biasa gaul dgn perempuan, kalo bertemu

MEMEKBEBEK Aqu memang terlahir dari keluarga yg bisa dibilang cukup berada. Aqu anak laki laki satu-satuya. Dan juga anak terakhir. Dua kakakku perempuan semuanya. Dan jarak umur antara kami cukup jauh juga. Antara lima dan enam tahun. Karena anak bungsu dan juga satu-satunya laki laki, jelas

 MEMEKBEBEK Ceritaqu yg satu ini terjadi sudah sedikit lama, tepatnya pada akhir semester 3, dua tahun yg lalu. Waktu itu adalah saat-saat menjelang UAS. Seperti biasa, seminggu sebelum UAS nama-nama mahasiswa yg tak diperbolehkan ikut ujian karena berbagai alasan seperti over absen, telat pembayaran, dan sebagainya

 MEMEKBEBEK Kisah ini mungkin bisa dibilang biasa saja, yakni tentang pembantu rumah tangga (pembantu rumah tangga) yg diperkosa juragannya. Memang tak ada yg istimewa kalo cuma kejadian semacam itu, tetapi yg membuat kisah ini unik adalah karena aqu tak hanya diperkosa juraganku sekali. Tetapi, setiap kali

Orang lebih banyak mengenalku sebagai Priambudhy Saktiaji, jadi kawan-kawan memanggilku Budhy. Aqu tinggal di Bogor, sebelah selatan Jakarta. Tinggiku sekitar 167 cm, bentuk wajahku tak mengecewakan, imut-imut kalau kawan-kawan perempuanku bilang. Langsung saja aqu mulai dgn pengalaman pertamaqu ‘make love’ (ML) atau bercinta dgn seorang

MEMEKBEBEK Bapakku punya seorang kakak angkat yg umurnya tak jauh diatas bapak. Hubungan keluargaqu dgn om itu cukup akrab. om sering berkunjung ke apartmen baik untuk urusan pekerjaan ataupun hanya bersilaturahmi. Maklum om sudah pisah dari tante, yg sudah menikah lagi dgn orang lain, sedang om

Aqu lihat kembali catatanku. Benar, itu rumah nomor 27. Pasti itu rumah Om Purnomo, saudara jauh bapakku. Kuhampiri pintunya dan kutekan bel rumahnya. Tak lama kemudian dari balik pintu muncul wajah yg sangat cantik. “Cari siapa Mas?” tanyanya. “Apa betul ini rumah Om Purnomo? nama saya

 Hari ini ada ada rapat dgn salah satu Dewan koalisi yg akan membicarakan hal-hal penting menygkut pemilu 2014 nanti. Pak Adi memintaqu untuk memakai pakaian yg seksi, dgn dada rendah dan rok menggantung sejengkal di atas lutus sehingga memamerkan sepasang paha indahku. Biasanya sih kalo